Selama ini saya selalu memandang rendah orang ketiga. Serius. Saya selalu menganggap keberadaan orang ketiga (dalam konteks ini) sebagai pengganggu, perusak suatu hubungan seseorang. Mengenai hal itu, mamah saya pun mungkin sependapat dengan saya. Setelah beberapa tahun ditinggal bapak saya menghadap penciptanya, dia pun resmi menjadi single-parent. A great single parent lebih tepatnya. Sudah ada beberapa lelaki yang mendekatinya. Ada juga pria yang sudah beristri pun menyatakan cinta ke mamah saya. Dia pun berkata kepada laki-laki tersebut :
'Pak, istri bapak kurang apa sih? Dia cantik, masih sehat walafiat. Kenapa bapak masih mencari yang lain? Saya ga mau nyakitin perasaan istri bapak, karena saya juga ga mau disakitin'
*tepuk tangan untuk si mamah*
Dia beneran jawab gtu loh di depan laki2 itu. Saya pun berprinsip kayak gitu. Saya ga mau disakitin, jadi saya juga ga mau nyakitin orang. Ibaratnya mah kalo ga mau dipukul ya jangan mukul. Saya percaya cepat atau tidak, karma itu pasti berlaku.
Tapi apa jadinya apabila saya yang notabene benci orang ketiga, sebenernya tanpa sadar sayalah yang menjadi orang ketiganya? Untuk itulah saya takut. Saya selalu menegaskan kepada si pacar, pokoknya di hubungan kami ini ga boleh ada orang ketiga. Tapi takutnya, jangan2 sebenernya sayalah orang ketiga dari dia dan wanita2nya karena urusan dia dengan yang dulu2 belum selesai. Epic.
Masa lalu si pacar rumit. Saya akui itu. Saya pun mengetahuinya setelah stalking sekian lama. Dalam satu waktu, dia bisa menjalin hubungan dengan beberapa wanita. LDRan semua sih. Jadi potensi untuk ketauannya kecil xD Saat menjalin hubungan saya pun, saya beberapa kali memergokinya. Yakali kalo temen biasa panggilannya 'sayang2an'. Saya sempat kecewa saat itu, dan dia pun berjanji bakal berubah. Saya tau, sifat seseorang tidak mungkin berubah dalam waktu yang cepat. Pasti ada prosesnya. Tapi saya sudah melihat usaha2 dari dia, walaupun bagi dia pasti berat. Saya hargai itu :)
Saya pun teringat pesan si mamah ke saya :
'Mbak, kalo dia emang mau berubah, ya percaya aja dulu. Jangan dicurigain terus. Kayak kata mamah dedeh (iya, mamah dedeh) ada cerita seorang istri curigaan suaminya selingkuh terus. Padahal sebenarnya tidak. Karena sang suami lelah dengan tuduhan2 tersebut, dia malah memutuskan untuk selingkuh BENERAN!'Oh well, baiklah.
Maaf kalo kesannya jadi curhat. Tapi coba di baca lagi deskripsi blog ini di atas:
Most contains of personal story, random though. A half part of me :)Jadi emang isinya
Dan buat si pacar, maaf kalo terkesan ngumbar aib disini. Kalo ada kalimat2 yang kurang berkenan, segera hubungi saya. Saya akan segera mengubah atau menghapusnya. :)



2 Response to Orang Ketiga
. . .
... itu komentar macam apa? (۳˚Д˚)۳
Posting Komentar