Jumat, 29 Juni 2012 Tags: 2 Apa kata orang

Dirty Little Secret


Sudah terhitung empat tahun mengenalnya. Tapi baru beberapa bulan terakhir ini diberi kesempatan untuk lebih mengenal dia. Awalnya, saya jujur merasa biasa saja. Dia tipe orang yang asik diajak berteman. Sangat asik. Untuk lebih? Saya rasa tidak. Sifat dia yang tidak bisa fokus ke satu wanita membuat saya yakin untuk berkata tidak saat itu. Saya sangat cemburuan dan paham benar apa yang akan terjadi apabila saya benar2 menjalin hubungan yang lebih dari seorang teman dengan dia. Saya tidak mau menyiksa diri sendiri untuk berkomitmen dengan tipe pria seperti itu. Saat itu saya tidak merasa menyesal. Saya yakin dengan apa yang saya pilih. Saya sangat mengagungkan kesetiaan, sedangkan dia (mungkin) tidak. Berpindah dari satu wanita ke wanita yang lain sudah menjadi pilihan yang dijalaninya. Bagaimana mungkin saya bisa menjalani hidup dengan dia?

Seiring waktu, saya pun entah kenapa mulai luluh. Ada suara di kepala yang berbicara. ‘kalo ga dicoba dulu, siapa yang tau?’ akhirnya di kesempatan kedua saya mengiyakan untuk berkomitmen dengan dia. Perasaan saya saat itu biasa saja. Walaupun tidak bisa dipungkiri, ada perasaan senang di hati ‘oh begini ya rasanya pacaran lagi’ setelah sekian lama sendiri.

Bahkan sempat terngiang lagu ‘status palsu’ milik vidi yang membuat saya berpikir. Ah saya tidak boleh seperti itu. Hari demi hari berlalu. Dia pandai mengambil hati. Mungkin karena pengalaman dia dengan banyak wanita membuat dia tahu bagaimana dia harus bersikap. Saya pun perlahan luluh. Muncul rasa sayang, bahkan sekarang saya bisa benar-benar jatuh cinta kepadanya.

Saya bukan tipe orang yang gampang jatuh cinta. Tapi sekalinya itu terjadi, saya akan benar-benar mencintai orang itu. Ibaratnya, walaupun ada pria sesempurna apapun di depan saya, jika saya telah menjalin hubungan dengan seseorang, saya tidak akan berpaling. Tidak munafik, cukup mengagumi saja. Untuk lebih? Saya rasa tidak. Ya saya sangat menghargai komitmen. Punya teman banyak silahkan, punya mantan banyak tidak masalah. Asal, tetap ingat bahwa sudah ada hati yang memiliki.

Menjalin hubungan dengan dia mempunyai tantangan tersendiri. Dengan banyaknya mantan yang ada. Tidak hanya satu atau dua. Bahkan jumlahnya tidak bisa dihitung menggunakan jari. Saya adalah stalker. Stalking sana-sini sudah menjadi hobi. Jika saya memang benar2 ingin mengetahui seseorang, saya akan men-stalking hingga parah. Saya (mungkin) lebih tau dari apa yang dia pikir saya tau. Tetapi tidak berarti semua hal saya tau. Selain masalah mantan, sifat dia yang memang ingin selalu menarik perhatian wanita memang menjadi sifat yang kurang saya suka. Saya orangnya sangat cemburuan. Itulah yang menjadi hambatan bagi seorang stalker seperti saya. Menyiksa diri sendiri. Sudah tau bahwa stalking sangat rentan membuat sakit hati, tetap saja dilakoni. Berkomitmen dengan dia memang membutuhkan kesabaran yang lebih. Benar2 menguji kesabaran. Tapi disitulah tantangannya. Tantangan agar mengatur hati agar tidak selalu cemburuan, tidak selalu curiga.

Namun disamping semua itu, saya bahagia sekarang dengan dia. Mungkin benar jika ada ungkapan ‘rasa sayang wanita berbanding lurus dengan waktu, sebaliknya dengan pria. Grafik sayang seorang wanita akan meningkat seiring berjalannya waktu, tetapi bagi pria justru kebalikannya’. Saya harap dia tidak seperti itu. Harapannya akan meningkat dan terus meningkat. Mulai bulan ini saya dan dia resmi LDR (walaupun masih dalam satu kota). Dia sudah terbiasa LDR tetapi saya tidak. Semoga semuanya akan lebih baik, hubungan saya dan dia akan lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Saya percaya, setiap kehidupan pasti ada masalah. Kalo mau tidak ada masalah, untuk apa hidup?


Untuk miftah ,
Terima kasih atas hari2 indahnya beberapa bulan belakangan ini.
Aku sayang kamu. :)

:)

2 Response to Dirty Little Secret

30 Juni 2012 pukul 01.04

Don't know what to say..

*peluk*

30 Juni 2012 pukul 22.05

hope the best for us ya sayang :)

Posting Komentar