Dear you..
Atau siapapun yang merasa di luar sana..
Tanpa gue kasih taupun, toh nantinya lo bakal baca postingan ini.
Entah ga ada angin ga ada ujan, tiba2 aja kepikiran.
Hey kamu coba renungkan!
Apakah pantas seorang teman biasa berkomunikasi dengan panggilan 'sayang' yang disertai emote ':*' ?
Kecewa? Iya.
Cemburu? Iya.
Yang bikin gue mikir sebenernya adalah 'lo dateng ke kehidupan gue dengan perasaan gue ke elo yang 0 saat itu. dan kemudian setelah sekarang rasa itu mulai tumbuh dan berkembang, malah ada hal-hal ga penting kayak gini'
Dear you..
Semoga kamu sadar :)
Tertanda,
Aku.yang.(mulai).sayang.kamu
p.s : kata sapaan berantakan. gue, elo, aku, kamu, whatever



2 Response to Seketika pikiran melintas
wah.. ini puisi atau cerpen ya?
bukan keduanya :)
Posting Komentar